Senin, April 15, 2024
BerandaHukumPelaku Pembunuhan Berencana Dosen di Sukoharjo Ternyata Kuli Bangunan

Pelaku Pembunuhan Berencana Dosen di Sukoharjo Ternyata Kuli Bangunan

Pembunuhan berencana terhadap seorang dosen perempuan berinisial W (34) yang bertugas Fakultas Ekonomi Bisnis Islam di UIN Raden Mas Said, Surakarta telah terungkap.

Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan dalam  waktu kurang dari 12 jam, ternyata pelakunya adalah kuli bangunan berinisial DF (23) di rumahnya di Desa Tempel, Kecamatan Gatak pada Jumat 25 Agustus 2023 dini hari.

Setelah jasad dosen perempuan ini ditemukan tewas di rumah yang ia tempati di Perumahan Graha Tempel di Desa Tempel, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Kamis, 24 Agustus 2023.

BACA JUGA  Pelajar SMP di Sampit Terpental setelah Ditabrak Motor Pelangsir

Polisi juga berhasil mengungkap motif dan bagaimana kronologis pelaku DF saat menghabisi nyawa korban W. Ternyata motif pembunuhan ini dilatarbelakangi perasaan sakit hati dengan perkataan korban.

Sebagaimana yang disampaikan Kapolres Sukoharjo, AKBP Sigit, kepada media bahwa kasus ini berawal saat korban mendatang rumahnya di Desa Tempal, Kecamatan Gatak yang sedang dibangun DF dan tiga rekannya.

“Pelaku sedang memasang batu bata di rumah tinggal korban tersebut pelaku D, bersama rekan kerjanya tiga orang,” terang Kapolres, Jumat (25/8/2023) dikutif dan dilansir dari media https://regional.kompas.com.

BACA JUGA  Kantor Bawaslu Kota Palangka Raya Terbakar Arsip Kopi File Aman

Lanjutnya, korban saat itu datang pada pukul 08.30 WIB. Menurut pengakuan pelaku,  korban mengucapkan kata-kata, seperti yang diingat pelaku, “tukang kok amatiran”. Kalimat tersebut membuatnya sakit hati.

Pelaku dendam karena merasa sudah bekerja dengan baik. Ia pun merencanakan untuk membunuh sang dosen tersebut.

Namun setelah dua hari, dia baru melakukan eksekusi pada Rabu (23/8/2023). “Pelaku sempat tidak berani untuk menghabisi korban, selang dua hari tepatnya, Rabu (23/8/2023) malam, pelaku sudah berniat untuk menghabisi nyawa korban,” jelas AKBP Sigit.

BACA JUGA  JPU Tanggapi Eksepsi dalam Sidang Tipikor Mantan Bupati Kapuas

Dijelaskan Kapolres, saat datang ke rumah yang ditinggali korban, pelaku sudah membawa pisau pemotong daging yang sudah dipersiapkan dari rumah.

Lalu ia menaiki pagar dan masuk ke dalam rumah untuk membunuh korban. Ia kemudian menganiaya korban yang saat itu ada di ruang tengah dengan pisau yang ia bawa dan melukai leher korban hingga sang dosen meninggal dunia.

Pada saat menghabisi korban terang Kapolres, pelaku memakai sarung tangan medis dan menggunakan buff untuk menutupi wajahnya.

BACA JUGA  Opini WTP ke-7 Berhasil Diraih Kembali Pemko Palangka Raya

“Pelaku kabur melalui pintu depan tempat tinggal korban dengan cara melompat pagar dan kemudian pelaku pulang ke rumah untuk mengganti pakaiannya, ” kata AKBP Sigit.

Selain itu, dia juga membakar baju miliknya yang terkena bercak darah untuk menghilangkan barang bukti. Pembakaran baju miliknya dilakukan disekitar TKP pembunuhan.

Sementara itu pelaku DF mengaku sengaja menutupi jasad korban dengan kasur agak tak terlihat dari luar.

BACA JUGA  Kepala Disperindag dan UMKM Seruyan Resmi Ditahan Jaksa

“Tujuan ditutup kasur biar tidak kelihatan dari depan,” kata D, saat konferensi Pers Polres Sukoharjo, Jumat (25/8/2023). Sebelum kabur dari lokasi kejadian, pelaku pun menggasak barang berharga milik korban seperti handphone, laptop, dan uang.

Hingga akhirnya mayat korban ditemukan warga pada Kamis (24/8/2023) sekitar pukul 13.32 WIB.

Sementara jenazah korban diterbangkan ke kampung halamannya di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (25/8/2023) untuk dimakamkan.

Berdasarkan kronologis kejadian tersebut, Kapolres menegaskan bila kasus tersebut merupakan pembunuhan berencana.

“Ini pembunuhan berencana,” kata AKBP Sigit. Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 340 KUH Pidana atau Pasal 338 KUH Pidana atau Pasal 339 KUHP atau Pasal 365 ayat (3) KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati, demikian [Red].

BACA JUGA  Terdakwa Pencabulan Anak di Lamandau Divonis 2 Tahun Setengah dan Denda Rp1 M
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Sabu

Miliki Puluhan Gram Sabu Wanita 23 th Ditangkap

Kuala Kapuas - Karena kedapatan membawa dan memiliki puluhan gram kristal bening diduga narkotika jenis sabu, seorang wanita muda berinisial DM (23) ditangkap polisi. DM...

Most Popular