Beritakan Minyak Kondesat di Langkat, Wartawan Diduga Diculik

Gerbong Informasi.Com, Medan  :  Seorang wartawan media online di Kota Medan, Sumatera Utara, diduga menjadi korban penculikan dan intimidasi oleh dua orang oknum anggota TNI.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kafe di Jalan Tempuling, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, pada Selasa (28/4/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Korban bernama Sigit Purnomo wartawan media online Metro Investigasi menceritakan pengalaman traumatiknya, kejadian itu bermula ketika ia dihubungi oleh seorang oknum wartawan yang mengajaknya untuk bertemu di kafe DWS Tembung.

“Saya pas bawa mobil rentalan dari luar kota, ditelepon salah satu oknum wartawan. Diajak ketemuan, saya sampai sekitar pukul 21.00 WIB, duduk dan langsung pesan kopi, sambil cas handphone,” ucap Sigit saat ditemui beberapa awak media, Jum’at (15/5/2026).

Tak lama kemudian, dua orang berpakaian preman yang diduga oknum TNI mendatanginya.

“Yang satunya rampas handphone saya, disita dan diambil. Tangan saya pelintir ke belakang. Lalu pemilik warung kopi DWS bertanya, ‘Bang, masalah apa? Masalah judi online, ya ? Saya jawab, ‘Enggak, ini masalah minyak kondensat yang di Langkat’,” ujarnya.

Kemudian, sigit pun dibawa oleh kedua oknum tersebut menggunakan mobil Innova Reborn warna hitam. Di dalam mobil, ia dipepet dua oknum TNI dan ditekan secara psikologis.

Selanjutnya, ia juga dibawa ke sebuah warung kopi di Jalan Tuamang, Kecamatan Medan Tembung. Di lokasi tersebut, Sigit dipaksa membuat video klarifikasi.

Namun, para oknum TNI tersebut tidak puas sehingga meminta untuk mengulang video klarifikasi kedua.

“Ku ajaklah ke warung Jalan Tuan, cari ruangan tertutup. Saya coba bawa ke Starbucks tapi sudah tutup pukul 23.00 WIB. Akhirnya kami cari kafe lain di depan gedung serba guna. Di situ saya dikasih tes dan disuruh buat video klarifikasi lagi,” katanya.

Dalam video klarifikasi paksaan tersebut, Sigit diminta menyatakan bahwa tidak ada oknum TNI yang terlibat dalam kasus yang diliput oleh dirinya.

“Saya bilang sudah ada video klarifikasi di mobil. Mereka bilang, ‘Enggak, Bang, itu enggak masuk.’ Saya dipanggil lagi. Disuruh buat video bahwa tidak ada oknum TNI, padahal diduga memang ada,” tuturnya.

Meski tidak mengalami penganiayaan fisik, Sigit mengaku mengalami tekanan psikologis berat dan ketakutan.

Ia bahkan menyebut dirinya kini trauma dan selalu waspada saat keluar rumah.

“Kalau dianiaya enggak ada, cuma diperlakukan seperti ini: ‘Kau wartawan? Sudah berapa tahun? Kau enggak ada konfirmasi?’ Sampai saya ketakutan. Trauma. Keluar rumah lihat kanan kiri,” ungkapnya.

Sigit pun tidak terima dengan video dirinya yang viral di media sosial Tiktok bersama dua oknum TNI di dalam mobil. Akibatnya, orang tua Sigit ikut menelepon dan mempertanyakan kejadian yang menimpa anaknya.

“Itulah masalahnya. Ada kaitannya dengan oknum. Diduga dia pemiliknya. Kejadian ini sebelum Lebaran, bulan puasa,” tambah Sigit.

Hingga saat ini, Sigit mengaku masih berkomunikasi dengan perwira TNI terkait. Namun, ia meminta agar pihak TNI memiliki etika baik dan tidak seenaknya mengintimidasi wartawan.

“Saya mohon kepada Bapak Panglima, Bapak Pangdam, jangan seenaknya sama kawan-kawan jurnalis. Ini sudah intimidasi. Kalau mereka tidak ada itikad baik, tidak ada etika baik, saya akan melapor,” tegasnya.

Sigit berencana melapor ke Pusat Penerangan TNI (Puspem) atau institusi terkait jika permintaan klarifikasi dan video viral tidak direspons secara proporsional. ( Suriyanto )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini