Ditemukan Tergantung di bawah Jembatan AH Nasution, Ini Penuturan Keluarga Lasmen Pasdimar Nababan

Gerbong Kereta. Com, Medan Johor :  Masyarakat yang melintas di atas jembatan Jalan A. H Nasution, Medan digegerkan dengan penampakan sesosok tubuh pria yang tewas tergantung.

Polisi yang mengetahui kejadian ini langsung tiba di lokasi bersama tim INAFIS Polrestabes Medan yang kemudian mengevaluasi mayat tersebut ke RS Bhayangkara, Polda Sumut. Rabu (13/5/2026) pagi.

Ditemui awak media di kamar jenazah RS Bhayangkara Medan, adik kandung korban Etika Hotmina Nababan, warga Jalan Pendidikan, Kelurahan Indra kasih, Kecamatan Medan Tembung menuturkan kepada awak media bahwa korban Lasmen Pasdimar Nababan adalah Abang akndingnya dari 3 bersaudara yang sudah lama tidak berjumpa semenjak istri Korban meninggal dunia.

” Semenjak meninggal istri Abangku itu pada bulan 5 tahun 2024 kami sana dia tak pernah ketemu, cuma beberapa bulan sekali dia ( Lasmen ) nelpon saya minta uang buat makan. Selalu kami tanya tinggal dimana kamu, dibilangnya kost, tapi nggak dikasih taunya tinggal dimana.  Macak kost,  kok nggak tau alamatnya,” ucap Etika Hotmina Nababan.

Kata adik kandung korban, kami tau kalau Abangku ini meninggal dikasih tahu sama adikku yang tinggal di Bali itupun taunya dari Facebook, makanan datang kami ke rumah sakit Bhayangkara ini.

” Memang dia ada TBC parunya, cuma mungkin karena dia tinggal di tempat yang kotor jadi mungkin makin parahlah penyakitnya itu.  Kami nggak pernah ketemu semenjak istrinya itu mening, sekali ketemu sudah jadi mayat ,” ucap Adik korban tak bisa menahan air matanya yang menetes di pipinya.

Katanya lagi, ia mengaku belum tau kondisi jenazah Abangnya tersebut apakah ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau tidak.

” Semenjak meninggal istrinya kayak depresi gitu dia, nggak tinggal lagi dia sama anaknya, anaknya sekarang diurus mertuanya karena kayak tidak perduli dia semenjak kehilanganmu istrinya itu. Dari situlah dia nggak pernah ngasih Khabar sama kami. Paling pun tiga bulan sekali dia pakai handphone orang nelpon kamu,minta uang buat makan, masak sih seratus , dua ratus nggak kami kasih kalau hanya buat makan, cuma dia ngasih tau kerjanya cari botot ,” pungkas Etika Hotmina Nababan. ( Suriyanto )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini