Senin, April 15, 2024
BerandaPolitikSenatorSenator Indonesia Desak Pemerintah Harus Berperan Aktif dalam Mewujudkan Perdamaian

Senator Indonesia Desak Pemerintah Harus Berperan Aktif dalam Mewujudkan Perdamaian

Jakarta – Senator Indonesia Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A, merasa prihatin terhadap konflik yang terjadi di Sudan akibat perseteruan dua jenderal elit yang sama-sama memimpin pasukan kuat antara Mohamed Hamdan Dagalo dengan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan.

Senator Indonesia ini mendesak Pemerintah untuk berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia. Dimana di tengah gegap gempit takbir di Tanah Air, masyarakat di Sudan justru dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kondisi yang demikian akibat perseteruan dua jenderal elit yang sama-sama memimpin pasukan kuat, yaitu Mohamed Hamdan Dagalo dan Jenderal Abdel Fattah al-Burhan. Konflik ini memuncak saat menjelang akhir Ramadlan 1444 Hijriah dan menjadi perhatian dunia.

BACA JUGA  Joman Kalteng: Minta Aparat Keamanan Harus Berseragam di Masjid Saat Idul Fitri 1444 H

Keprihatinan itu, disampaikan oleh Senator Republik Indonesia Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. di sela-sela perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

Pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut juga mendesak Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk berperan aktif dalam upaya mewujudkan perdamaian di jantung benua Afrika tersebut.

“Kami sangat prihatin atas perang saudara ini. Lebih menyedihkan lagi ini terjadi di bulan Ramadlan yang intinya kita diminta untuk menahan diri. Perang bahkan terjadi saat Idul Fitri, yang semestinya kita semua berbahagia merayakannya,” ujarnya, di Jakarta Sabtu (22/04) sore.

BACA JUGA  Sultan: Stok dan Daya Tampung CPO Harus Ditingkatkan

“Dalam kondisi yang genting ini, kami mendesak pemerintah untuk berperan aktif dalam upaya perdamaian di negeri Sudan,” kata alumni Khartoum International Institute for Arabic Language, Sudan tersebut kepada media melalui siaran pers.

Selain bantuan diplomasi sebagaimana diamanatkan dalam UUD NRI 1945 untuk turut menjaga perdamaian dunia, anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI tersebut juga mendorong pemerintah untuk memberikan bantuan kemanusiaan serta mengevakuasi WNI yang masih tertahan di Negeri Dua Nil itu.

“WNI kita di Sudan cukup banyak. Jadi pemerintah perlu mengupayakan sesegera mungkin proses evakuasi. Sambil mengevakuasi, kita juga bisa mengirimkan bantuan kemanusiaan. Kami berharap pemerintah tidak menunggu suasana semakin genting dan korban bertambah,” kata Gus Hilmy.

BACA JUGA  Richard: Kembalikan Marwah TNI/Polri, Panglima TNI dan Kapolri Harus Responsif

Menurut Gus Hilmy, potensi Indonesia untuk ikut dalam perundingan di Sudan sangat besar mengingat dalam beberapa waktu terakhir, Presiden Joko Widodo melakukan kerja-kerja diplomasi dengan sangat baik, seperti upaya perdamaian Ukraina – Rusia dan R-20.

Terlebih lagi, Indonesia memiliki hubungan diplomatik dengan pemerintah Sudan, terutama dalam bidang pendidikan.

“Kami optimis kalau suara kita akan didengar. KIta punya sudah punya track record yang baik dalam upaya diplomasi,” jelasnya.

BACA JUGA  Pendatang di Kota Besar Diharapkan Harus Punya Keterampilan

“Dan yang tidak boleh dilupakan adalah kita punya beberapa kerja sama yang ditandatangani tahun lalu, di antaranya dalam bidang politik, ekonomi, sains, dan utamanya pendidikan. Ditambah lagi terkait salurah diplomasinya, bisa lewat PBB atau lewat OKI, yang baik Indonesia maupun Sudan sama-sama menjadi anggotanya,” tutup Gus Hilmy optimis. [Red]

BACA JUGA  Anis: Menempatkan Hukum Sebagai Rujukan Utama untuk Hadirkan Rasa Keadilan
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine
Sabu

Miliki Puluhan Gram Sabu Wanita 23 th Ditangkap

Kuala Kapuas - Karena kedapatan membawa dan memiliki puluhan gram kristal bening diduga narkotika jenis sabu, seorang wanita muda berinisial DM (23) ditangkap polisi. DM...

Most Popular