Gerbong Informasi .Com, Medan – masih ingat kasus seorang Influencer yang tega melakukan penganiayaan dan kekerasan terhadap istrinya berinisial R si Penghayal yang merasa kebal hukum hingga akhirnya mencium dinginya sel tahanan Satreskrim Polrestabes Medan berkat kerja keras dan Langkah hukum yang dilakukan DR Tommy Aditia Sinulingga SH.,MH, yang merupakan anak muda berdarah Karo yang sangat menginspirasi. Melakukan wawancara khusus di kantornya yang terletak di Jalan Setia Budi ( 10/4/2026) ini perjalanan hidup dan pendidikanya Tommy Aditia Sinulingga Kecil Hingga Remaja
Berasal dari keluarga petani dan ayah yang hanya tamatan SMP dan ibu yang tamatan SD namun semangat orang tua Tommy untuk menyekolahkan anak-anaknya sangatlah besar dan dianggap sangat penting di keluarga Karo.
Diusia yang masih sangat muda Tommy kecil sudah terbiasa bekerja keras untuk membantu orangtuanya dengan mengembala ternak. Dimana anak-anak lain seusianya masih suka bermain-main, ia malah sudah terbiasa bekerja membantu kedua orangtuanya.
Kebiasaan itupun ia lakoni hingga ia duduk di bangku Sekolah Menengah atas bahkan hingga ia kuliah
Dengan tekad dan mental kuat Tommy pun terus berjuang dan sadar serta terinspirasi bahwa nasib seseorang akan berbuah hanya bisa diraih dengan ilmu dan giat belajar.
Ditahun 2012 anak petani yang tumbuh sebagai remaja itupun mengikuti seleksi di perguruan Tinggi USU dengan mengambil dua fakultas, yaitu Kedokteran dan Hukum, namun nasib berkata lain, dari seleksi di dua fakultas, hanya fakultas Hukum yang dinilai lulus.
Awal-awalnya Tommy tidak begitu tertarik dengan hukum lantaran cita-citanya pada saat itu adalah menjadi pilot pesawat, namun orangtuanya tidak mengizinkan Tommy untuk menggapai impianya lantaran pada saat itu terjadi peristiwa nahas jatuhnya pesawat Sukhoi milik TNI AU.
Orang tuanya hanya mengharap agar ia menjadi dokter ataupun orang yang bekerja di bidang hukum.
Dan untuk menyenangkan hati orangtuanya, Tommy pun mulai kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sumatra Utara.
Awalnya disemester satu Tommy tidak tau arah kemana ia dan jadi apa setelah tamat nantinya dari fakultas hukum.
Namun jalan terang mulai muncul pada saat perkuliahan memasuki semester pertengahan, ia mulia dapat membantu dan memberi pendapat hukum pada rekan, Saudara ataupun Jiran tetangganya yang butuh pendapat hukum.
Bahkan ia melihat para senior-seniornya yang terlebih dahulu menyelesaikan studinya di fakultas Hukum Universitas Sumatra Utara yang orangtuanya juga seorang petani namun sukses dalam kehidupan dengan menekuni profesi sebagai orang yang bekerja dan menekuni ilmu hukum.

Bahkan diantara mereka ada yang menjadi dosen dan guru besar di universitas -universitas yang ada di Indonesia.
Selain pilot, Tommy juga pernah bercita-cita untuk menjadi dosen. Karena termotivasi Tommy pun belajar dengan giat dan bersungguh-sungguh hingga ia dapat menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 3 tahun 2 bulan dengan IPK 3,65 .
Lantaran bercita-cita untuk menjadi dosen, Tommy pun kembali menimba ilmu dan mengambilnya S2 nya juga di Fakultas Hukum USU dan selesai di 2018 dengan IPK 3,85.
” Karena bercita-cita ingin menjadi Dosen pada saat itu harus S2 hingga tahun 2019. Saat. Kuliah mengambil S2 ada teman saya yang bermasalah dengan hukum yaitu bermasalah hutang dengan rentenir,saya bantu lah permasalahanya, Alhamdulillah saya dapat menyelesaikan permasalahan teman saya itu padahal saya belum menjadi pengacara, jadi hal itu seolah-olah menjadi magnet dan daya tarik tersendiri buat saya untuk menjadi pembela kebenaran, membela orang-orang yang tertindas, Allah SWT seolah-olah menunjukkan saya bahwa saya harus menjadi seorang pengacara. Kemudian saya ikutin PKPA di PERADI hingga saya lulus namun pada saat itu karena umur saya belum mencapai 25 tahun maka saya belum disumpah menjadi Advokat maka 13 Maret 2020 saya sudah disumpah. Jadi pada saat itu saya seolah-olah sedang memetik hasil investasi pendidikan dari ilmu yang saya pelajari selama dibangku kuliah ,” ucap Tommy Sinulingga.
Kebahagiaan Tommy pun terasa lengkap setelah ia menjadi dosen dan pengacara secara bersamaan di tahun 2020.
” Sebenarnya di tahun 2019 sebelum saya disumpah Advokat saya sudah membuka kantor pengacara dengan nama Tommy Sinulingga Ascosiates berpartner dengan Lawyer senior. Lalu berubah menjadi Firma Hukum dengan nama Tommy Sinulingga Law Firm’,
Menggapai hal yang sangat luar biasa tidak semerta-merta membuat Tommy Sinulingga berbangga dan sombong bahkan ia selama menjadi Advokat tidak pernah pilih-pilih kasus , bahkan banyak klien-nya yang dari kaum yang tidak mampu, Tommy tetap memberikan bantuan hukum tanpa dipungut biaya alias gratis. Bahkan di USU Tommy Sinulingga menjabat sebagai Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum FH USU, tak tanggung-tanggung ratusan perkara sudah banyak di tanganinya bahkan kasus-kasus besar selesai di tangannya.
Dengan kegigihan, tekad, kebaikan dan apa yang ia berikan kepada masyarakat dengan iklas Tommy Sinulingga pun berhasil menyelesaikan kuliahnya di Universitas Sumatera Utara mengambil S3 hingga bergelar Dr. Tommy Aditia Sinulingga SH, MH pada 13 April 2026 di umurnya yang masih 32 Tahun.
Berikut data perjalan pendidikan dan karir Tommy Aditia Sinulingga.
A. Riwayat Pendidikan
1. TK YP Nurul Amaliyah Tj Morawa 1998-2000
2. SD Neg. 10186 Tj Morawa 2000-2006
3. SMP PGRI 58 Tj Morawa 2006-2009.
4. SMA Harapan Bangsa Tj Morawa 2009 -2012
5. S1 FH USU Sarjana Hukum 2012-2016.
6. S2 FH USU 2016-2018
B. Pengalaman Organisasi
1. Dosen tetap FH USU 2020-dekarang
2. Direktur LKBH USU 2026-sekarang
3. Wakil ketua DPC Peradi Deliserdang 2023-2028
4. Wakil ketua Young Lowyer Commite DPC DeliSerdang 2023-2028
5. Founder/ Managing PartnersTommy Sinulingga Law 2020-sekarang
6. Direktur Tommy Sinulingga Academy 2025-sekarang
7. Kordinator Litigasi LKBH FH USU 2024-2025
8. Sekertaris LKBH FH USU 2021-2022
9. Sekertaris Pusat Pelayanan Bantuan Hukum USU 2021-2022
10. Anggota Perhimpunan Pengacara Pajak dan Kuasa Hukum Pengadilan Pajak Indonesia PKPPI 2021-sekaranh
11. Anggota APTHN – HAN 2022-2025
Tommy Aditia Sinulingga juga pernah menulis beberapa buku diantara berjudul : Hukum Adminitrasi Negara 2026, Kewenangan Pemerintah Dalam Perizinan Penanaman Modal 2026, Qou Vadis Organisasi Advokat, pengaturan Model Single Bar Systim Untuk Menjaga Marwah Profesi Advokad Indonesia 2023 dan beberapa buku lainya . ( Suriyanto )

