Gerbong Informasi. com, Medan : Terkait identitas oknum Polisi yang Dipatsus oleh Propam Polda dan Polrestabes lantaran todongkan senjata pada seseorang tukang pangkas KJR 99 Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatra Utara akhirnya terbongkar.
Kedua terduga pelaku yang merupakan Abang beradik tersebut berinisial DD bertugas di Yanma Polda Sumut ( Abang ) dan adiknya GL berdinas di Unit Pidsus Satreskrim Polrestabes Medan sementara seorang lagi diduga adalah adik mereka yang masih duduk di bangku kuliah .
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Fery Walitukan ketika dikonfirmasi kembali via pesa WhatsApp (16/4/2026) seraya awak media mengirimkan nama-nama terduga pelaku, Kabid Humas peraih dua penghargaan sekaligus sebagai Juara I Zona B dalam penilaian kinerja oleh Divisi Humas Mabes Polri periode Januari–Maret 2026 dengan kategori yang berhasil diraih yakni Juara I Zona B Kategori Cipta Trending Topik serta Juara I Zona B Kategori SPIT Media Hub Polri inipun tampaknya masih enggan membeberkan identitas terduga pelaku yang Dipatsus Propam Polda Sumut dan Polrestabes Medan.
Sebelumnya diberitakan Viral di media sosial Instagram aksi sekelompok orang yang mengaku oknum polisi melakukan intimidasi dan penganiyaan terhadap seorang karyawan tukang pangkas.
Tak hanya itu, oknum polisi tersebut juga menodongkan senjata api kearah salah satu karyawan tukang pangkas.
Salah seorang korban, Viky Ndruru mengungkap peristiwa penganiyaan dan penodongan pistol yang dialami di tempat ia bekerja.
Kejadian ini terjadi di tempat tukang pangkas kjr 99, di Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (6/4/2026) sekira pukul 02.06 WIB.
Saat itu, Viky bersama temannya berboncengan sepeda motor ini baru saja pulang dari rumah saudara di Helvetia.
Sesampainya di simpang lampu merah Glugur darat, tepatnya di Jalan Bambu, Viky bersama temannya diikuti oleh sekelompok orang berjumlah 4 orang yang mengaku sebagai oknum polisi yang mengendarai tiga sepeda motor.
Oknum polisi tersebut mencoba untuk memberhentikan kendaraan si korban, namun dengan kondisi jalan yang gelap membuat korban menjadi panik sehingga menancapkan gas kendaraannya.
“Jadi ada yang manggil dan memaki kami,terus teman saya bilang siapa itu? Ia pun menyuruh teman untuk melanjutkan perjalanan,” ungkap Viky Ndruru saat ditemui awak media dilokasi kejadian, Selasa (14/4/2026).
Tepatnya di Jalan Alfalah Raya, keempat oknum polisi juga mengejar si korban dan memalangkan kendaraannya untuk berhenti korban.
Tak hanya itu, kedua oknum polisi seorang diataranya mengeluarkan senjata api jenis pistol, dari kantong celana. Namun korban masih mendapat makian dari oknum polisi tersebut.
“Kami langsung kabur dan menuju kearah pangkas,” ujarnya.
Hingga akhirnya, keduanya pun tiba di tukang pangkas mereka bekerja sekaligus tempat mereka tinggal.
Alih-alih untuk mencari perlindungan di tempat mereka tinggal ternyata keempat oknum polisi malah mendatangi kedua korban.
“Sempat ribut adu mulut kami dengan empat oknum polisi itu, masuk ke pangkas mau bawa teman saya,” lanjutnya.
Viky pun meminta keempat oknum polisi untuk menunjukkan kartu identitas sebagai anggota polisi.
“Saya tanyakan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polisi, tapi mereka tidak berani dan terus memaki dan memukuli teman saya,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu oknum polisi mencoba masuk ke dalam pangkas dan membawa temannya sembari menodongkan pistol ke kepala temannya.
Lebih lanjut, tak hanya sampai disitu, mereka juga menganiaya teman korban babak belur.
Hingga akhirnya, korban mengatakan kepada oknum polisi bahwa aksi penganiyaan dan penodongan pistol terekam jelas di kamera Closed-Circuit Television (CCTV).
“Keempat oknum polisi itu langsung ciut, dimasukan pistolnya ke kantong celana, terus langsung cabut meninggalkan kami,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, korban mendatangi Mapolda Sumut untuk membuat laporan kepolisian penganiayaa yang dilakukan oknum polisi. ( Suriyanto )

