Terkait Aksi Premanisme Yang Menimpa Pedagang, Ini Kata Direktur LKBH USU, Dr Tommy Aditia Sinulingga SH, MH, CTL

Gerbong Informasi.Com, Medan Sunggal : Aksi Premanisme dan pungli kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Sunggal, seorang pemilik warung bernama Ibrahim (53) menjadi korban dari keganasan preman yang terjadi di warung Searmen 1, Jalan Sei Mencirim simpang Jalan Medan-Binjai pada Minggu, 11 April 2026 sekira pukul 10:32 WIB

Seorang preman bernama Bobby datang ke warung milik korban untuk meminta uang dengan modus SPSI sebesar Rp. 2500.000.

Lantaran tak diberi, pelaku yang emosi langsung menyiramkan bensin ke lapak dagangan korban sambil memegang mancis untuk bersiap menyalakan api.

Tak hanya itu, pelaku juga menghunus pisau dan berusaha menikam korban, beruntung aksi nekad tersebut ditahan oleh seorang penjahit yang kebetulan berada di lokasi.

Kejadian ini pun Viral di media sosial. Terkait hal ini, Direktur LKBH Universitas Sumatra Utara, Dr Tommy Aditia Sinulingga SH., MH, CTL  angkat bicara.

“Peristiwa ini merupakan bentuk nyata premanisme yang tidak bisa ditoleransi dalam negara hukum. Tindakan menyiram bensin disertai ancaman menggunakan senjata tajam bukan hanya intimidasi, tetapi telah memenuhi unsur tindak pidana serius yang berpotensi mengarah pada percobaan pembakaran dan pengancaman dengan kekerasan sebagaimana diatur dalam KUHP.

“Kami menilai aparat penegak hukum tidak boleh bersikap pasif dengan hanya menunggu laporan korban. Dalam konteks menjaga ketertiban umum dan rasa aman masyarakat, kepolisian memiliki kewenangan untuk bertindak proaktif melalui penyelidikan atas peristiwa yang sudah nyata terjadi di lapangan.” ucap Dr Tommy Aditia Sinulingga SH.,MH ,CTL.

Katanya lagi, praktik pungutan liar yang dibungkus dengan dalih organisasi seperti SPSI juga harus ditertibkan, karena hal tersebut mencederai fungsi organisasi dan merugikan masyarakat kecil, khususnya pedagang.

“Kami mendesak agar pelaku segera diamankan guna mencegah eskalasi kekerasan dan memberikan efek jera. Negara tidak boleh kalah oleh aksi premanisme, karena jika dibiarkan, hal ini akan menjadi preseden buruk dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.”ucap Direktur LKBH Universitas Sumatra Utara.

Pelaku siramkan bensin ke lapak pedagang

Sebelumnya diberitakan aksi pungli dan premanisme serta narkoba merupakan hal yang diprioritaskan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat menjabat Kapolrestabes Medan, hal itu sempat ia katakan pada sebuah pres release Pengungkapan kasus narkoba di Polrestabes Medan beberapa waktu lalu.

Namun prioritas kerja dari Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak ini diduga sering diabaikan bawahanya, contoh seperti kejadian premanisme yang menimpa Ibrahim (53) seorang pedagang warung Searmen 1 di Jalan Sei Mencirim simpang Jalan Medan Binjai yang merupakan wilayah hukum Polsek Sunggal.

Ibrahim menceritakan bahwa kejadian tersebut terjadi pada saat warungnya didatangi oleh pelaku bernama Bobby untuk meminta sejumlah uang dengan alasan untuk SPSI.

” Dia datang minta uang SPSI untuk langsung lima bulan sebesar Rp 250.000, sebulanya dia minta Rp. 50.000, saya tak mau kasih karena warung lagi sepi. Tiba-tiba dia langsung marah menyiramkan bensin ke warung saya sambil memegang mancis. Tak hanya itu dia ( pelaku ) juga bawa pisau dan sempat diarahkanya kepada saya,” ucap Ibrahim saat ditemui. Selasa 14/4/2026 pagi.

Katanya lagi, saat kejadian itu untung saja ada tukang jahit yang berada di samping warung, yang membantu melerai dan menahan pelaku agar tidak menyalakan mancis untuk membakar warung dan menikamnya.

” Pas dia pegang pisau dan mengarahkanya pada saya, pelaku sempat ditahan oleh Abang tukang jahit kalau tidak pasti sudah luka saya. Dan saya  sempat bilang sama dia pas nyiram bensin, ya udah bakar lah kalau kau berani, ya aku berharap pelaku bisa diamankan karena membuat resah pedagang,” ucap Ibrahim.

Sementara itu Kapolsek Sunggal, Kompol Yunus Tarigan saat dikonfirmasi terkait aksi Premanisme yang menimpa Ibrahim mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini masih menunggu laporan korban.

” Baik pak pada saat kejadian personel Polsek Sunggal sudah ke lokasi dan sudah bertemu dengan pemilik warung sedangkan pelaku sudah pergi dan tidak berada lagi di lokasi kejadian. Korban sudah kita sarankan untuk membuat laporan pengadilan,” ucap Kompol Yunus Tarigan. ( Suriyanto )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini