Warga Medan Perjuangan Resah, Aksi Pencurian Meteran Air Terjadi Berulang Kali

Gerbong Informasi.Com, Medan Timur :  Aksi pencurian meteran air kembali terjadi  berulang kali meresahkan masyarakat di Jalan Mesjid Taufik, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan.

Seorang pria diduga pelaku maling ini terekam jelas di kamera Closed-Circuit Television (CCTV) saat mencuri meteran air menggunakan balok kayu.

Pemilik rumah, Johni (35) mengungkap kejadian pencurian yang dialaminya itu terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 04.40 WIB. Namun sebelum rumah menjadi sasaran, rupanya para tetangganya telah lebih dahulu kehilangan meteran air pada tanggal 20 Juli 2026, kemarin.

“Sebenarnya sih kejadiannya udah lama. Ada beberapa rumah yang kena. Tetapi mereka nggak ngomong gitu, ternyata kejadian lagi di rumah tetangga di tanggal (20/7/2026) sekitar pukul 04.20 WIB. Setelah berselang dua hari di rumahnya saya,” ucap Johni saat dikonfirmasi awak media di nomor pribadinya 0812-6456-22xx
Kamis (23/7/2026).

Berdasarkan dari kamera pengawas, terlihat pelaku awalnya datang bertelanjang dada dengan mengendarai sepeda sembil  memantau situasi dan  kondisi rumah tanpa ada membawa alat.

Kemudian terduga pelaku ini menghampiri meteran air rumahnya, sesekali merapikan penutup kepala dengan menggunakan kaos hitam miliknya.

Setelah itu, terduga pelaku beraksi membongkar meteran tersebut. Namun meteran air itu tidak bisa dibongkar menggunakan tangan kosong, sehingga terduga pergi dan kembali lagi membawa balok kayu panjang.

Tak berselang lama, terduga pelaku berhasil membongkar meteran air miliknya, disela-sela terduga pelaku beraksi terdengar suara gonggongan anjing milik tetangga memberikan peringatan terhadap pemilik rumah.

Pelaku yang panik langsung melarikan diri membawa meteran air milik korban, sementara itu balok kayu tersebut ditinggalkannya.

“Terduga pelaku meletakkan meteran hasil curiannya di keranjang depan sepeda. Aksi pencurian selalu terjadi pada jam yang sama, yaitu sekitar pukul 04.00 WIB, orang nggak ada yang curiga. Dia pakai topi sama baju ditutup,” tambah Johni.

Johni mengungkap bahwa ciri-ciri terduga pelaku yang terekam CCTV menunjukkan kesamaan dengan aksi pencurian di rumah tetangga. Bahkan sepeda yang digunakan pun sama.

Johni menduga pelaku adalah orang yang sudah memantau situasi lingkungan setempat.

“Prediksi saya sih orang-orang sekitar juga. Kita nggak tahu juga, kalau kita tuduh nanti salah tuduh, bahaya juga,” katanya.

Akibat pencurian tersebut, Johni dan warga lain harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 600 ribu, untuk mengganti meteran air baru melalui PDAM Tirtanadi.

“Kita capek juga kalau meteran hilang, bolak-balik ke PDAM. Nanti udah dipasang hilang lagi, Rp 600 ribu setiap kali ganti baru,” keluhnya.

Johni mengaku sudah ada empat rumah yang menjadi korban dalam kasus ini. Bahkan salah satu tetangganya mengaku sudah tiga sampai empat kali kehilangan meteran hingga akhirnya memutuskan tidak memasang meteran lagi.

Johni memutuskan untuk memviralkan aksi pencurian melalui media sosial supaya keluarga terduga pelaku tahu dan melakukan pemberian moral supaya tidak diulangi lagi.

“Saya enggak buat laporan ke polisi, tapi saya buat laporan ke PDAM Tirtanadi Medan supaya pasang lagi meteran air itu,” pungkasnya. ( Suriyanto  )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini