Gerbong Informasi .Com, Medan : Terkait aksi brutal oknum Polisi Yang todongkan senjata pada salah satu tukang pangkas KRJ 99 di Jalan Mustafa, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, kota Medan, Sumatera Utara pada Senin 6 April 2026, sekira pukul 02::06 WIB menurut informasi yang dihimpun awak media dari Polda Sumut dan Polrestabes Medan, PAMINAL Dit propam Polda Sumut dan Polrestabes Medan telah mengamankan dua orang oknum Polisi Yang merupakan Abang dan adik yang berdinas di Satreskrim Polrestabes Medan dan Polda Sumut. Tak hanya itu, keduanya juga sudah di patsus ditempat yang berbeda .
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K., S.H., M.H.. saat dikonfirmasi via WhatsApp dan telpon (16/4/2026) belum mau membeberkan inisial kedua terduga pelaku.
” Saya cek dulu ya, nanti saya telpon kembali,” ucap Kabid Humas Polda Sumut.
Namun hingga berita ini dituliskan, Fery masih belum mau membeberkan inisial kedua terduga pelaku tersebut.
Sebelumnya diberitakan viral di media sosial, sekelompok orang yang mengaku Polisi melaksanakan intimidasi serta penganiaya terhadap tukang pangkas dengan cara menodongkan pistol ke arah salah seorang tukang pangkas bernama Viky Nduru, ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi ditempat usahanya.

Menurut Korban, kejadian itu terjadi di Jalan Mustafa, Glulur Darat I, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan. (6/4/2026) Sekira pukul 02:06 WIB.
Menurutnya peristiwa berawal pada saat ia dan temanya berboncengan sepeda motor karena baru pulang dari rumah kerabatnya di Helvetia.
” Pas sampai simpang Glugur, jalan Bambu ia diikuti oleh sekelompok orang yang mengaku sebagai Polisi berjumlah 4 orang dengan mengendarai 3 Unit Sepeda motor,” ucap Viky Ndruru.
Katanya lagi, keempat orang tersebut berusaha menghentikan sepeda motornya namun kondisi jalan yang gelap membuatnya panik dan takut hingga ia pun tancap gas.
” Jadi ada yang manggil, sambil memaki-maki, trus mereka menyuruh kami untuk berhenti namun kami tancap gas,” ucap Viky (14/4/2026).
Tepat di Jalan Alfalah keempat pelaku berhasil mengejar kendaraan korban dan memalangkan sepeda motornya hingga.
” Adu mulut dan keributan pun terjadi hingga masuk ke lokasi pangkas, lalu saya minta mereka memperlihatkan kartu anggota, namu mereka tak berani menunjukkan sambil terus memaki-maki kami,” ucap Viky.
Katanya lagi, saat itu lah salah seorang dari mereka mengeluarkan pistol dan menodongkan senjatanya ke arah temanku dan langsung melakukan penganiayaan. Melihat di lokasi ada CCTV pelaku pun menyimpan pistolnya dibalik celana.
” Kami udah buat laporan ke Polda Sumut, ” ucap Viky . ( Suriyanto )

