Desa Amplas Percut Sei Tuan Rawan Curanmor dan   Narkoba, Sepeda Motor Wartawati Diembat Maling

Gerbong Informasi.Com, , Deliserdang :  Hampir setiap hari selama bulan suci Ramadhan hingga selesai Idul Fitri 1447 H tahun 2026, warga Desa Amplas di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara dibuat resah oleh kawanan maling yang masuk dan membobol rumah-rumah warga, diduga sebelumnya sudah menjadi target incaran para maling yang belum diketahui identitasnya itu.

Aksi kejahatan, membuat masyarakat di Desa Amplas resah dan tidak nyaman menjalankan ibadah puasa dan merayakan hari raya Idul Fitri yang telah berlalu.

Banyaknya warga yang menjadi korban kemalingan itu diketahui setelah hilangnya kendaraan sepeda motor Yamaha Vixion berwarna hitam doff bernomor Polisi BK 3504 AJD Nomor Rangka MH3RG4610LK131733 dan Nomor Mesin G3E7E0509313 milik seorang Wartawati media online, Siti karena rumahnya dibobol maling pada Kamis (12/3/2026) lalu. Diketahui, maling masuk dengan cara merusak pintu belakang rumahnya diduga menggunakan obeng, gergaji atau linggis sekitar pukul 01.30 WIB dini hari menjelang sahur.

Atas kejadian itu, Siti sudah membuat laporan Polisi di Polsek Medan Tembung. sesuai dengan bukti SURAT TANDA PENERIMAAN LAPORAN dengan Nomor : STTLP /B/348/III/2026/SPKT/POLSEK MEDAN TEMBUNG/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA .Hingga saat ini korba masih menunggu hasil kerja Aparat Penegak Hukum (APH).

Sebelum dan sesudah hilangnya kendaraan sepeda motor milik Siti, tidak sedikit warga yang bercerita datang menghampirinya memberi kabar bahwa terkhusus di Desa Amplas rawan maling kendaraan, HP, hingga pencurian mesin air milik warga yang bekerja sebagai petani di sekitaran Kampung Karo atau Kampung Tapanuli di Desa Amplas.

Kuat dugaan, pencuri yang merajalela itu adalah pemain lama yang sudah bebas dari tahanan dan bekerjasama dengan spesialis sindikat curanmor diluar daerah.

Menurut pengakuan warga yang namanya tidak ingin di publikasi, sebut saja ATK, banyak warga yang kehilangan sepeda motor dirumahnya tidak mau buat Laporan Polisi, sebab khawatir takut mengeluarkan banyak biaya untuk itu.

“Disini banyak yang kemalingan rumahnya, mulai dari kehilangan kendaraan (sepeda motor) sampai nyuri hp. Buat laporan ke Polsek, bukannya dapat kendaraan yang hilang, takut ada oknum Polisi yang minta uang dulu baru mau nanggapin, itu pun belum tentu dapat kendaraan atau barang yang hilang,” cetus ATK, Jum’at (27/3/2026).

# Warnet di Jalan Trimurti Samping Jalan Damar Diduga Jadi Tempat Transaksi Narkoba dan Sarang Maling#

Sudah lama warga Desa Amplas lainnya mencurigai keberadaan warung internet (Warnet) yang berada tidak jauh dari Kantor Desa Amplas, namun berada di Jl. Trimurti (Pasar 2), Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara tepatnya di samping Jl. Damar tepat dibagian tengah bangunan ruko gandeng tiga.

Hasil pantauan awak media yang terus mencari informasi dari berbagai sumber, bangunan Warnet itu selain dijadikan tempat transaksi dan menggunakan narkoba, juga dijadikan tempat bermain judi online (judol) slot yang memiliki jam operasional 24 jam nonstop. Pernah ditegur perangkat desa setempat, namun tidak diindahkan dan pemilik warnet diduga kebal hukum dan memiliki dekingan dibalik usahanya.

“Tempat itu pernah didatangi orang perangkat Desa Bandar Klippa, tapi jam operasionalnya masih tetap 24 jam. Didalam itu diduga tempatnya dijadikan lokasi main judi online (Judol) slot. Dibalik itu juga diduga dijadikan tempat transaksi narkoba,hal tersebut terlihat dibelakang banyak remaja diduga menghisap sabu. Nanti setelah nikmati narkoba, orang-orang itu main Judol. Mereka yang ngumpul disitu bukan dari daerah Pasar 2 saja, dari Kampung Tapanuli atau Kampung Karo juga ada. Barang curian kendaraan biasa dilempar sama mereka ke daerah Medan, sementara yang dari Medan dibawa kesini (Desa Amplas). Orang sini takut lapor ke aparat penegak hukum, takut diancam.

Barang curanmor dari daerah Medan selain ada di Desa Amplas, ada di Tembung Pasar 7 Beringin dekat sekolah Prima, setelah itu di Jermal 15 yang ada portalnya. Itu ada oknum yang backup diduga dari aparat tapi belum tahu dari institusi mana. Ada temanku yang cari kendaraannya yang hilang, susah masuk ke tempat itu. Katanya ada oknum TNI yang diduga membackup,” terang Pak STY.

Sambung warga Desa Amplas lainnya yang namanya tidak ingin disebut, MIT juga membenarkan adanya keberadaan warnet yang meresahkan warga sekitar karena banyak yang mengaku kemalingan sejak adanya warnet itu.

“Digerebek aja itu warnetnya, tapi diam-diam jangan sampai bocor. Maling-malimg suka ngumpul disitu, banyak kali. Lebih cepat di tumpas lebih bagus. Makanya grosir didepannya itu tutup karena barangnya sering dicuri. Orang itu bukan nyuri kendaraan saja, jagung arah Jalan Rambutan juga sering hilang, buah sawit yang ditanam di Desa Amplas ini juga ada yang hilang. Kaki kalau nggak nempel pun bisa hilang. Bukan warnet itu aja yang harus digerebek. Diseberang warnet itu juga harus digerebek, rumah gandeng dua yang tidak ada jendela didepannya. Itu juga tempat pompa (menghisap sabu), digerebek jugalah tapi jangan ada tangkap lepas seperti yang sudah-sudah,” sebut MIT.

Lebih lanjut, untuk menghilangkan gangguan Kamtibmas, warga Desa Amplas meminta agar dilakukan penggerebekan warnet yang diduga markas judol dan narkoba serta menciduk para penadah kendaraan curian di sekitaran Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumut dan menyita kendaraan hasil curian untuk dikembalikan ke pemiliknya yang kehilangan.

“Bapak-bapak penegak hukum, segeralah diberantas Judol dan Narkoba di kampung kami ini. Di Desa Amplas dan sekitarnya ini ada beberapa penadah, dengar kabar ada yang baru keluar juga dari tahanan dan nampung barang curian lagi,” tutup MIT. ( Suriyanto)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini