Pelemparan BOM Molotov di Tj Anom Belum Terungkap. Dr Tommy Aditia Sinulingga SH., MH., CTL :  Evaluasi Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu

Gerbong Informasi.ComPancur Batu :  Masih ingat teror bom molotov yang terjadi di rumah pasangan suami-istri berinisial JN (62) dan SP (54) Dusun 6, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliseedang pada 23 Juli 2026, sekira pukul 02:15 WIB

Hingga saat ini Unit Reskrim Polsek Pancur Batu belum mampu mengungkap motif dan  siapa pelaku teror pelemparan bom molotov tersebut.

hal ini dikonfirmasi awak media kepada Kapolsek Pancur Batu, Kompol Junaidi pada awak media pada 3 Agustus 2026 melalui pesan WhatsApp.

Saat ditanyakan terkait perkembangan kasus teror bom molotov tersebut, Kompol Junaidi hanya menjawab singkat.

” Masih Lidik,” tulisnya pada awak media.

Sementara itu, Pengamat Hukum yang juga Direktur Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara, DR Tommy Aditia Sinulingga SH.,MH.,CTL  saat dimintai pendapatnya meminta agar Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak untuk mengevaluasi kinerja Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu, Iptu Rudi Salam Tarigan lantaran dinilai tidak mampu mengungkap motif maupun pelaku pelemparan bom molotov ke rumah warga.

” Seharusnya Kanit Reskrim Polsek Pancur Batu bisa mengungkap misteri teror bom molotov di rumah warga tersebut.   kan nggak mungkin ada asap tak ada ap, apa lagi dalam berita yang sudah diterbitkan oleh obrolannews.id tersebut mengatakan bahwa pelemparan bom molotov itu diduga terkait permasalah hutang-piuntang yang melibatkan anak korban berinisial RY kepada seseorang rentenir. ya panggil saja si RY untuk dimintai uang apalagi peristiwa ini sudah yang kedua kalinya.,” ucap Tommy.

katanya lagi, pihak kepolisian kan bisa mencari rekaman CCTV di lokasi kejadian dan di sepanjang jalan yang yang dilewati oleh para pelaku yang mengendarai mobil.

” Tak ada yang tak bisa diungkap oleh pihak kepolisian bila memang Polisi mau bekerja serius, bila perlu kasus tersebut ditarik ke Satreskrim Polrestabes Medan. kalau kanit Reskrim Polsek Pancur Batu tidak mampu mengungkap ya lebih baik Dievaluasi saja dan diganti dengan yang dinilai mampu,” ucap Tommy Aditia Sinulingga dengan tegas.

kondisi rumah korban usai dibom molotov

sebelumnya diberitakan rumah pasangan suami istri berinisial JN (62) dan SP (54) di dusun 6 Desa Tanjung Anom, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang Diteror, dilempari bom molotov hingga menghanguskan sebagian jendela depan kamar rumahnya. ( 23 Juli 2026 ) sekira pukul 02:15 WIB.

teror bom molotov ini diduga kuat terkait hutang piutang antara anak korban berinisial RY dengan seorang rentenir yang berdomisili di kawasan Berdikari, Kabupaten Deli Serdang.

sementara RY sendiri diketahui sudah 2 tahun belakangan ini sudah tidak lagi tinggal bersama kedua orangtuanya dan tidak diketahui dimana keberadaannya.

menurut istri pelapor ( SP ) saat diwawancarai awak media di lokasi kejadian (27/7/2026 ) mengatakan bahwa kejadian bermula saat ia dan keluarganya sedang terlelap tidur, tiba-tiba terdengar suara mobil berhenti tepat didepan rumahnya dan diselingi muncul suara orang yang bercakap-cakap.

Tak lama kemudian terdengar suara letupan dan seperti suara botol pecah yang akhirnya menimbulkan kobaran api tepat di jendela kamar rumah bagian depan.

” kami lagi tidur, ada dengar suara mobil berhenti di depan rumah dan ada suara orang yang bercakap-cakap, kemudian ada suara dentuman kayak botol pecah, saya langsung melihat ada kobaran api menyala-nyala langsung aku bangunkan suami dan anak-anak langsung keluar memadamkan api,” ucap SP.

katanya lagi, usai kejadian suaminya langsung membuat laporan ke Polsek Pancur Batu . Unit Reskrim Polsek Pancur Batupun langsung menuju ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara.

” kami sudah membuat laporan secara resmi ke Polsek Pancur Batu, dengan nomor laporan LP/244/VII/2026/SPKT/ Sek Pancur Batu/ Restabes Medan/ Polda Sumut.  kami minta kasus ini bisa segera diungkap karena saya trauma kali atas peristiwa ini, tidur pun kami sudah tak nyenyak,  apa-apa jadi takut, ” ucap korban sambil meneteskan air mata.

lebih lanjut katanya lagi, peristiwa ini sudah yang kedua kalinya, yang pertama kira-kira setahun lalu, terduga pelaku melempar kaca runmahnya hingga pecah.

” Dari CCTV telihat 1 unit mobil masuk ke dan berhenti di depan rumah dan setelah setelah diduga melempar bom molotov langsung kabur ke arah Jalan Glugur Rimbun.

Kapolsek Pancur Batu, Kompol Junaidi saat dikonfirmasi awak media 27 Juli 2026 melalui pesan WhatsApp atas peristiwa ini mengatakan bahwa kasum masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Pancur Batu.

”  Negatif ada korban Luka, ” jelas Kapolsek Pancur Batu dengan enteng. ( Suriyanto )

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini