spot_img
spot_img

Kondisi Remaja Putri 14th Korban Rudapaksa Trauma

SULSEL – Kondisi remaja putri berinial AS berusia 14 tahun di Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, trauma, murung dan tidak mau keluar kamar setelah menjadi korban rudapaksa.

Sebagaimana yang disampaikan Ibu korban berinisial YS (39) kepada media bahwa kondisi anaknya AS (14) terganggu trauma, murung dan selalu mengurung diri di dalam kamar tidak mau keluar, pasca kejadian yang memilukan itu.

“Kondisinya, murung terus tidak mau keluar rumah nanti setelah 2 minggu baru mulai berinteraksi lagi setelah saya saya bujuk saya sampaikan anggap itu mimpi buruk supaya dia tidak depresi sekali,” katanya, Sabtu (3/2/2024) dikutif dan dilansir dari media https://makassar.tribunnews.com.

BACA JUGA  Opini: Angka Medis Normal dalam Kehidupan Manusia

Selain itu, AS korban rudapaksa hanya bisa mengurung dirinya di kamarnya. Korban juga disebut tidak makan nasi dan hanya makan cemilan.

“Dia hanya di kamar terus. Dua minggu tidak makan nasi jadi dia hanya makan cemilan saja. Dulu bagus badannya sekarang kurus ki karena dia pikir terus,” terangnya

Bahkan dia mengaku, anaknya tidak masuk sekolah pasca kejadian. Siswi kelas 3 SMP itu baru masuk kembali sekolah di akhir  Januari 2024 lalu.

BACA JUGA  Jika Peranakan Turun Harus Kenali Ciri-Ciri dan Penanganannya

“Baru masuk kembali sekolah seminggu ini. Iya mentalnya terganggu. Dia masuk sekolah akhir bulan 1 . Dia disuruh masuk karena disuruh foto ujian jadi saya bujuk agar masuk saja sekolah” ucapnya.

YS mengaku tidak membawa anaknya ke dokter tetapi dia hanya membujuk dan memberikan terus nasihat serta motivasi agar anaknya tidak memikirkan insiden memilukan itu.

YS juga memberikan hadiah handphone baru kepada anak tercintanya agar bisa melupakan kasus tersebut.

BACA JUGA  Palangka Raya Kembali Tiadakan Pawai Takbiran 1444 H

“Tidak dibawa ke dokter tapi saya ji yang kasih nasihat, motivasi terus dan saya hadiah handphone supaya tidak dia pikir lagi,” ujar YS.

Menurutnya, saat ini kondisi putrinya sudah mulai membaik namun masih malu untuk berinteraksi ke orang.

“Sekarang alhamdulillah sudah mulai baikan tapi masih canggung dan malu ketemu sama orang,” tambahnya

Kasat Reskrim Polres Takalar Iptu Arie dikonfirmasi via telephone WhatsApp mengataka, kasus tersebut baru akan dibeberkan Senin (5/2/2024).

“Nanti Senin saya jelaskan kronologinya,”demikian pungkasnya (Red)

BACA JUGA  Diisukan Maju Pilgub DKI Jakarta 2024, Kaesang Pangarep Kini Rajin Blusukan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini