spot_img
spot_img

Inilah Bahaya Tato Bagi Kulit dan Tubuh

Bahaya tato permanen maupun tato kosmetik bagi kesehatan kulit dan tubuh. Bahaya tato dapat muncul karena berbagai hal, misalnya saat pembuatan. Dalam prosesnya, pigmen atau tinta warna akan disuntikkan ke dalam lapisan kulit menggunakan jarum.

Proses memasukkan zat ke dalam kulit inilah yang menjadi salah satu penyebab infeksi kulit, alergi, infeksi kulit, bahkan risiko terkena hepatitis.

Selain itu, jiak tidak steril jarum atau alat tato yang digunakan, juga dapat meningkatkan risiko penularan berbagai penyakit berbahaya, seperti hepatitis B dan HIV.

BACA JUGA  5 Manfaat Buah Jagung untuk Kesehatan

Bahaya Tato Permanen pada Kulit

Sebenarnya pembuatan tato di kulit relatif aman selama dilakukan di tempat tato yang telah memiliki lisensi, sertifikat izin usaha, dan ditangani tenaga professional, seniman tato bersitifikat, atau dokter kulit kecantikan.

Meski demikian, Anda juga perlu tahu bahwa ada risiko atau bahaya yang mengintai dari pembuatan tato permanen ke tubuh. Berikut ini adalah beberapa bahaya dari tato permanen:

1. Alergi

Salah satu risiko yang paling umum terjadi setelah ditato adalah reaksi alergi. Alergi yang terjadi umumnya disebabkan oleh zat warna pada tinta yang digunakan untuk membuat tato.

BACA JUGA  Polresta Palangka Raya Cek Keamanan Ruang Tahanan Mako saat Malam Hari

Bahan dalam tinta tato bervariasi tergantung warna tinta. Namun, beberapa kandungan pada tinta tato, seperti nikel, merkuri, dan senyawa logam lainnya, dapat memicu munculnya reaksi alergi, seperti gatal-gatal dan ruam pada kulit yang ditato.

2. Infeksi kulit

Bahaya tato permanen selanjutnya adalah infeksi kulit. Infeksi kulit dapat dipicu oleh beragam hal.

Namun, risikonya akan meningkat jika Anda membuat tato di salon kecantikan yang tidak tersertifikasi serta tidak memperhatikan kebersihan dari alat dan proses menato.

BACA JUGA  Perayaan HUT ke-65 SMAN 1 Palangka Raya Berlangsung Meriah

Misalnya, tinta yang dipakai untuk membuat tato bukanlah tinta yang layak digunakan ke kulit atau telah terkontaminasi bakteri.

Infeksi kulit juga bisa terjadi jika ada bakteri atau virus masuk ke dalam kulit yang terluka akibat injeksi pada proses pembuatan tato.

Infeksi kulit ditandai dengan munculnya ruam berwarna merah, sensasi terbakar, adanya nanah, hingga bengkak di sekitar tato.

BACA JUGA  Paslon 03 Kampanye Dialogis Hadiri Deklarasi Huma Betang

Pada infeksi yang parah, Anda dapat mengalami demam tinggi, menggigil, berkeringat, hingga merasa kedinginan.

Jika keluhan ini dialami, segeralah pergi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Dokter mungkin akan memberikan obat antibiotik atau perawatan lainnya.

3. Jaringan parut

Pada sebagian orang, tato dapat menimbulkan jaringan parut berupa guratan yang menonjol (keloid) atau benjolan (granuloma) yang terbentuk di kulit tempat tato berada.

Guratan yang menonjol atau benjolan tersebut bisa mengganggu karena terasa seperti benda asing.

BACA JUGA  Pemerintah Provinsi Kalteng Gelar Rakor Singkronisasi Usulan DAK 2024

Secara estetika, tumbuhnya jaringan parut ini juga dapat mengurangi kecantikan atau keindahan kulit.

4. Kanker kulit

Meski perlu dikaji lebih lanjut, penelitian menunjukkan bahwa ada keterkaitan antara tato dengan kanker kulit.

Penyebabnya pastinya tidak diketahui, tetapi dicurigai beberapa tinta yang digunakan untuk tato mengandung zat karsinogen yang dapat memicu penyakit kanker.

5. Hepatitis

Tidak hanya masalah kesehatan pada kulit, ketika hendak membuat tato pada kulit, Anda juga harus mewaspadai adanya kemungkinan tertular penyakit, seperti hepatitis B dan hepatitis C.

Hal ini sangat mungkin terjadi jika jarum suntik yang digunakan untuk tato tidak steril atau telah terkontaminasi dengan darah dari orang lain yang terinfeksi hepatitis B maupun hepatitis C.

BACA JUGA  Sampit Pertandingkan 28 Cabang dalam Pekan Olahraga ke-XII

6. HIV

Selain hepatitis, pembuatan tato permanen juga memiliki risiko  untuk menularkan HIV. Meski kasus penularan HIV karena tato jarang sekali terjadi, tetapi hal ini tidak bisa diabaikan.

Oleh karena itu, Anda harus memastikan bahwa jarum yang digunakan untuk menato merupakan jarum yang steril, baru, dan bukan jarum bekas.

BACA JUGA  Bupati Galakan 3M Cegah Demam Berdarah

7. Tetanus

Peralatan untuk membuat tato yang tidak steril juga memungkinkan Anda terkena tetanus. Ini karena jarum yang tidak steril dan tidak disimpan dengan baik sangat mungkin mengandung bakteri.

BACA JUGA  Rencana Bangun RTH di Lokasi Gedung Koni Terkendala

Salah satu bakteri penyebab tetanus adalah Clostridium tetani. Jika jarum yang digunakan terkontaminasi, bakteri dapat ikut masuk ke kulit dan akhirnya menyebabkan infeksi tetanus.

Tidak hanya beragam penyakit di atas, tato permanen juga bisa berdampak saat Anda harus melakukan pemeriksaan MRI.

Tato permanen bisa menyebabkan pembengkakan atau sensasi terbakar di area kulit yang bertato selama proses MRI dilakukan.

BACA JUGA  Selama Januari 2024 Lima Budak Sabu di Lamandau Berhasil Dibekuk

Dalam beberapa kasus, kualitas hasil pemeriksaan MRI juga bisa menjadi tidak maksimal karena terganggu oleh zat warna pada kulit yang ditato.

Sebelum memutuskan untuk membuat tato pada tubuh Anda, pertimbangkan bahaya tato permanen bagi kesehatan kulit dan tubuh.

Jika keputusan untuk ditato sudah bulat, sebaiknya konsultasikan ke dokter lebih dulu. Tanyakan mengenai keamanan proses tato, risiko yang mungkin mengintai, dan apa saja yang perlu dilakukan setelah ditato.

BACA JUGA  Kejati Kalteng akan Periksa AU dan BP Sebagai Tersangka

Saat akan ditato pun Anda harus benar-benar kritis. Anda harus memastikan bahwa alat yang digunakan untuk menato merupakan alat-alat yang steril.

Pastikan juga tinta yang digunakan adalah tinta yang aman untuk digunakan ke kulit.

Jika semua hal tersebut telah Anda perhatikan tetapi setelah ditato terdapat beberapa keluhan, seperti demam, kulit bengkak dan merah, atau terdapat nanah pada kulit yang ditato. Segeralah periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. [Red]

Sumber: alodokter.com

BACA JUGA  Bupati Seruyan Resmikan Kejuaraan Catur Open 2025 Wadah Lahirkan Bibit Atlet Berprestasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini